Memenuhi kebutuhan Videography, Photography, Komputer, dan Internet. Visit Us Now!

Loading
Showing posts with label Ilmu Photography. Show all posts
Showing posts with label Ilmu Photography. Show all posts

Saturday, August 20, 2011

Ilmu Dasar : Sekilas Tentang Komposisi dalam Fotografi

Teknik dasar fotography haruslah dikuasai jika ingin sukses dalam bidang fotography. Mengetahui segala hal tentang fotografi akan membuat anda disukai oleh rekan-rekan kerja kita. Banyak orang memiliki kemampuan fotography namun tidak menguasai ilmunya, hal ini akan membuat dia akan terkungkung didalam dirinya sendiri. Berbagi ilmu akan membuat anda semakin terkenal dan nyata di lingkungan kerja kita. Mari berbagi ilmu:

 

Oleh: Jessica Helena Wuysang, Maya
Kategori: Teori Dasar Fotografi

Komposisi secara sederhana diartikan sebagai cara menata elemen-elemen dalam gambar, elemen-elemen ini mencakup garis, shape, form, warna, terang dan gelap. Cara anda menata komposisi dalam jendela bidik akan diinterprestasikan kemudian setelah foto anda tersebut dicetak. Yang paling utama dari aspek komposisi adalah menghasilkan visual impact- sebuah kemampuan untuk menyampaikan perasaan yang anda inginkan untuk berekspresi dalam foto anda. Dengan demikian anda perlu menata sedemikian rupa agar tujuan anda tercapai, apakah itu untuk menyampaikan kesan statis dan diam atau sesuatumengejutkan, beda, eksentrik. Dalam komposisi klasik selalu ada satu titik perhatian yang pertama menarik perhatian. Hal ini terjadi karena penataan posisi, subordinasi, kontras cahaya atau intensitas subjek dibandingkan sekitarnya atau pengaturan sedemikian rupa yang membentuk arah yang membawa perhatian pengamat pada satu titik.

Secara keseluruhan, komposisi klasik yang baik memiliki proporsi yang menyenangkan. Ada keseimbangan antara gelap dan terang, antara bentuk padat dan ruang terbuka atau warna-warna cerah dengan warna-warna redup. Pada kesempatan-kesempatan tertentu, bila dibutuhkan mungkin anda akan membutuhkan komposisi anda seluruhnya simetris. Seringkali gambar yang anda buat lebih dinamis dan secara visual lebih menarik bila anda menempatkan subjek ditengah. Anda harus menghindari sebuah garis pembagi biarpun itu vertikal.

Untuk menghindari sebuah gambar yang dinamis diperlukan juga kehadiran irama. Irama ini terjadi karena adanya pengulangan berkali-kali sebuah objek yang berukuran kecil. Kehadiran irama dalam gambar mengesankan adanya suatu gerakan.

Garis
Fotografer yang baik kerap menggunakan garis pada karya-karya mereka untuk membawa perhatian pengamat pada subjek utama. Garis juga dapat menimbulkan kesan kedalaman dan memperlihatkan gerak pada gambar. Ketika garis-garis itu sendiri digunakan sebagai subjek, yang terjadi adalah gambar-gambar menjadi menarik perhatian. Tidak penting apakah garis itu lurus, melingkar atau melengkung, membawa mata keluar dari gambar. Yang penting garis-garis itu menjadi dinamis.
Shape
Salah satu formula paling sederhana yang dapat membuat sebuah foto menarik perhatian adalah dengan memberi prioritas pada sebuah elemen visual. Shape adalah salah satunya. Kita umumnya menganggap shape sebagai outline yang tercipta karena sebuah shape terbentuk, pada intinya, subjek foto, gambar dianggap memiliki kekuatan visual dan kualitas abstrak. Untuk membuat shape menonjol, anda harus mampu memisahkan shape tersebut dari lingkungan sekitarnya atau dari latar belakang yang terlalu ramai. Untuk membuat kontras kuat antara shape dan sekitarnya yang membentuk shape tersebut. Kontras ini dapat terjadi sebagai akibat dari perbedaan gelap terang atau perbedaan warna.
Sebuah shape tentu saja tidak berdiri sendiri. Ketika masuk kedalam sebuah pemandangan yang berisi dua atau lebih shape yang sama, kita juga dapat meng-crop salah satu shape untuk memperkuat kualitas gambar.
Form
Ketika shape sendiri dapat mengindentifikasikan objek, masih diperlukan form untuk memberi kesan padat dan tiga dimensi. Hal ini merupakan faktor penting untuk menciptakan kesan kedalaman dan realitas. Kualitas ini tercipta dari bentukan cahaya dan tone yang kemudian membentuk garis-garis dari sebuah objek. Faktor penting yang menentukan bagaimana form terbentuk adalah arah dan kualitas cahaya yang mengenai objek tersebut.
Tekstur
Sebuah foto dengan gambar teksur yang menonjol dapat merupakan sebuah bentuk kreatif dari shape atau pattern. Jika memadai, tekstur akan memberikan realisme pada foto, membawa kedalaman dan kesan tiga dimensi ke subyek anda.
Tekstur dapat terlihat jelas pada dua sisi yang berbeda. Ada tekstur yang dapat ditemukan bila kita mendekatkan diri pada subyek untuk memperbesar apa yang kita lihat, misalnya bila kita ingin memotret tekstur permukaan sehelai daun. Ada pula saat dimana kita harus mundur karena subyek yang kita tuju adalah pemandangan yang sangat luas. Tekstur juga muncul ketika cahaya menerpa sebuah permukaan dengan sudut rendah, membentuk bayangan yang sama dalam area tertentu.
Memotret tekstur dianggap berhasil bila pemotret dapat mengkomunikasikan sedemikian rupa sehingga pengamat foto seolah dapat merasakan permukaan tersebut bila menyentuhnya. Sama seperti pattern, tekstur paling baik ditampilkan dengan beberapa variasi dan nampak melebar hingga keluar batas gambar.
Patterns
Pattern yang berupa pengulangan shape, garis dan warna adalah elemen visual lainnya yang dapat menjadi unsur penarik perhatian utama. Keberadaan pengulangan itu menimbulkan kesan ritmik dan harmoni dalam gambar. Tapi, terlalu banyak keseragaman akan mengakibatkan gambar menjadi membosankan. Rahasia penggunaan pattern adalah menemukan variasi yang mampu menangkap perhatian pemerhati.
Pattern biasanya paling baik diungkapkan dengan merata. Walaupun pencahayaan dan sudut bidikan kamera membuat sebuah gambar cenderung kurang kesan kedalamannya dan memungkinkan sesuatu yang berulangkali menjadi menonjol.

Dengan mempelajari prinsip-prinsip komposisi di atas, berikut ini adalah beberapa jenis yang dapat anda gunakan :

Rule of thirds
Bayangkan ada garis-garis panduan yang membentuk sembilan buah empat persegi panjang yang sama besar pada sebuah gambar. Elemen-elemen gambar yang muncul di sudut-sudut persegi panjang pusat akan mendapat daya tarik maksimum.
Format : Horizon atau Vertikal
Proporsi empat persegi panjang pada viewinder memungkinkan kita untuk melakukan pemotretan dalam format landscape/horizontal atau vertikal/portrait. Perbedaan pengambilan format dapat menimbulkan efek berbeda pada komposisi akhir. Lihatlah pada jendela bidik secara horizontal maupun vertikal dan tentukan keputusan kreatif untuk hasil terbaik.
Keep it simple
Dalam beberapa keadaan, pilihan terbaik adalah keep it simple. Sangat sulit bagi orang yang melihat sebuah foto apabila terlalu banyak titik yang menarik perhatian. Umumnya makin �ramai� sebuah gambar, makin kurang menarik gambar itu. Cobalah berkonsentrasi pada satu titik perhatian dan maksimalkan daya tariknya.
CrazyTalk Animator
Picture scale
Sebuah gambar yang nampak biasa namun menjadi menarik karena ada sebuah titik kecil yang menarik perhatian. Dengan pemotretan landscape atau monument, kembangkan daya tarik pemotretan dengan menambahkan obyek yang diketahui besarnya sebagai titik perhatian untuk memberikan kesan perbandingan skala.
Horizons
Merubah keseimbangan langit dan tanah dapat mengubah pemandangan gambar secara radikal. Bila gambar hampir dipenuhi oleh langit akan memberikan kesan polos terbuka dan lebar tapi bila langit hanya disisakan sedikit di bagian atas gambar, akan timbul kesan penuh.
Leading lines
Garis yang membawa mata orang yang melihat foto ke dalam gambar atau melintas gambar. Umumnya garis-garis ini berbentuk :
Garis-garis yang terlihat secara fisik misalnya marka jalan atau tidak terlihat secara langsung misalnya bayangan, refleksi.
Be different
Barangkali ada bidikan-bidikan lain yang dapat diambil selain pendekatan dari depan dan memotret paralel ke tanah. Bergerak mendekat dari yang diduga seringkali menghasilkan efek yang menarik.
Colour
Membuat bagian dari gambar menonjol dari background. Cara utama untuk memperoleh hal ini adalah memperoleh subyek yang warna atau nadanya berbeda secara radikal dengan background.
Framing
Bila subyek secara khusus mempunyai bentuk yang kuat, penuh frame dengan subyek. Baik itu dengan cara menggunakan lensa dengan fokus lebih panjang atau bergerak mendekati subyek.
Shooting position
Ketika kita merasa jenuh dengan komposisi yang itu-itu saja, cobalah meurbah sudut pandang sepenuhnya. Misalnya posisi duduk ke posisi berdiri atau pengambilan bidikan dari atas atau bawah dari subyek.
Number of subject
Pemotretan dengan banyak subyek yang relatif seragam, kurang menarik dari pandangan komposisi. Temukanlah salah satu subyek yang �berbeda� diantara sekian banyak subyek tersebut. Berbeda diartikan berbeda gerakan, bentuk dan warna.

sumber:
http://ilmu-foto.blogspot.com/2011/07/ilmu-dasar-sekilas-tentang-komposisi.html


Logitech Webcams
Baca Lagi Biar Mantap!

Friday, August 12, 2011

Tips dan Trik Memotret Anak–Anak

Menghasilkan foto anak sangatlah susah! Sebaik apapun fotographernya menguasai seluruh ilmu tentang kamera dan teknik pencahayaan tidaklah cukup. Dalam foto anak penting sekali sentuhan emosional dan mengetahui serta mendekati anak tersebut agar dia menganggap kita sebagai seorang temannya. Teman bermain tentunya! Apabila ini telah dapat diraih dan anak telah mempercayai kita sebagai teman tentu hasil foto yang kita inginkan pun pasti akan terwujud. Berikut triknya:

Memotret anak-anak adalah sesuatu yang mengasyikkan. Ekspresi lucu dan alami serta polah yang menggemaskan merupakan daya tarik utama mereka. Namun membuat semua daya tarik tadi bisa terlihat di foto adalah tantangan tersendiri. Belajar Fotografi akan membagi 6 tips yang akan membantu anda mengabadikan ekspresi lucu dan polos mereka, silahkan dicoba:

Biarkan Mereka Beraksi Spontan Saat kita terlalu mengarahkan supaya anak-anak berpose pada gaya tertentu, mereka akan mulai kehilangan spontanitas dan kepercayaan diri. Jadi biarkan mereka bergaya dan berekspresi secara spontan. Cara paling ampuh adalah dengan mengajak mereka bermain cilukba, atau jika mereka terlalu besar untuk bermain cilukba, ajaklah mereka ngobrol. Tanyai nama, nama ibu/ayah-nya, tanyai sekolahnya dll, lalu biarkan percakapan mengalir… Lalu jepret..jepret!!

Sejajarkan Posisi Kamera Dengan Mata Mereka Jika anda menginginkan tubuh mereka tampak proporsional (kepala tidak lebih besar daripada bagian tubuh yang lain), jongkok-lah atau berbaringlah. Secara alami tubuh mereka jauh lebih pendek daripada kita, jadi kita harus rela jongkok atau berbaring. Kecuali jika anda menginginkan efek dan angle tertentu.

Manfaatkan Alat Bantu Tidak semua anak-anak suka bergaya dan berpose luwes, apalagi kalau tahu mereka sedang di foto. Jika anak tampak canggung, malu atau terlalu kaku manfaatkan alat bantu yang anda. Mainan adalah alat paling ampuh, jika mereka suka bermain boneka berilah boneka. Jika mereka suka bermain mobil-mobilan, berikan mobil-mobilan. Kalau mainan memang tidak tersedia, anda bisa memanfaatkan kursi, buku atau bahkan bolpen. Dengan begitu mereka akan sedikit melupakan kalau sedang jadi obyek foto dan mulai berekspresi spontan.

Tanyakan Cita-cita Mereka (atau tokoh kartun favoritnya) Anak-anak biasanya memiliki (atau didik untuk memiliki) cita-cita tertentu atau paling tidak memiliki tokoh kartun favorit. Insinyur, dokter, pemain bola, tentara, guru, ustadz atau naruto, superman, batman. Apa saja. Pakaikan kostum sesuai cita-cita atau tokoh favorit mereka dan fantasi mereka akan mulai melayang sehingga hilang semua kekakuan dan nervous. Ayo superman terbangnya gimana…. jepret!!

Jangan Paksa Mereka Tersenyum Paksa mereka bilang “cheeerssss …. ”, maka anda akan mendapatkan senyuman yang dipaksakan, bibir yang ditarik kaku. Pose yang bagus tidak harus selalu tersenyum dan ada beberapa anak yang memang serius dari sononya.

Gunakan Mode Continue/ Burst (atau Mode Scene: Sports) Karena anak-anak cenderung banyak bergerak, anda akan kewalahan kalau memaksakan kamera mencari fokus di mode Single. Gunakan mode continue/burst atau jika anda menggunakan settingan otomatis gunakan scene sports/children. Lebih jauh tentang mode operasi scene kamera, baca disini.

Ada tambahan lain dari anda?

sumber:
http://ilmu-foto.blogspot.com/2011/07/tips-dan-trik-memotret-anakanak.html

Baca Lagi Biar Mantap!

Monday, July 18, 2011

Tips dan Trik Cara mem - Foto bagi Pemula

Hallo sobat fotography, berikut ini adalah salah satu tips untuk photograper pemula alias baru belajar. Namun, setiap orang adalah pemula! Seiring dengan waktu akan menjadi pemain berkelas dan professional. Bersabarlah dan bertekunlah dalam mempelajari trik dan tips photography, maka Anda pun akan menjadi photographer yang baik pada saatnya nanti. Berikut ini adalah salah satu artikel dari rekan kita yang bergerak di bidang ilmu photography. selamat membaca!

by Enche 
Foto potret adalah salah satu jenis fotografi yang paling diminati oleh fotografer setelah foto pemandangan. Dalam kehidupan sehari-hari, foto potret mungkin lebih populer daripada foto jenis apapun. Kalau kita melihat jejaring sosial seperti facebook dan myspace, kita akan melihat jutaan foto potret beredar dan terus bertambah dengan kecepatan eksponensial.
Maka itu, mengetahui foto potret yang baik  menurut saya sangat penting, terutama untuk mengabadikan momen-momen penting.
Inilah beberapa foto potret dengan berbagai tips and trik
1.
Masalah dengan foto diatas adalah kekuatan cahaya dari belakang yang jauh melebihi cahaya dari depan model. Maka dari wajah orang tersebut terlihat gelap, sedangkan latar belakang sangat terang.
2.
Solusi praktisnya adalah mengunakan lampu kilat / flash untuk menerangi bagian wajah. Kalau Anda memakai kamera saku, cari dan aktifkan fill in flash atau force flash. Kalau di kamera DSLR, biasanya Anda tinggal membuka lampu kilat tersebut.
3.
Selain mengunakan lampu kilat, mengubah rentang focal lensa (zoom length) juga sangat berpengaruh dalam foto potret. Di foto diatas, saya mengunakan Nikon D3000 dengan lensa 18-55mm, di posisi 35mm atau ekuivalen di 52mm di kamera film. Rentang lensa mendekati 50mm ini memiliki perspektif yang hampir sama seperti yang kita liat dengan mata kita.
4.
Foto diatas mengunakan rentang lensa 24mm (ekuivalen dengan 35mm). rentang lensa yang lebih lebar ini menimbulkan efek distorsi pada wajah.
5.
Foto diatas diambil dengan rentang lensa 24mm (ekuivalen dengan 35mm). Kita bisa melihat sedikit distorsi pada wajah, selain itu, ada masalah dengan cahaya terutama bagian kiri wajah. Bayangan sangat kasar. Solusi dari masalah diatas adalah dengan mencari posisi lain atau mengunakan reflektor untuk menerangi bayangan di sisi kiri wajah.
6.
Foto diatas masih memiliki masalah dengan bayangan yang kasar, hanya kini saya mengunakan rentang fokal 55mm (ekuivalen 82mm) dengan zoom sampai mentok lensa 18-55mm yang saya gunakan. Wajah model terlihat lebih menarik dengan rentang lensa ini karena efek kompresi wajah sehingga wajah tidak terdistorsi.
Selain itu, latar belakang juga menjadi lebih kabur dan objek di latar belakang terlihat lebih dekat dari yang sebenarnya.
7.
Di foto diatas diambil dengan lensa 85mm f/1.4. Dengan mengunakan bukaan maksimal di 1.4, saya bisa membuat latar belakang menjadi sangat kabur. Rentang lensa 85mm (ekuivalen dengan 135mm) menurut saya ideal untuk foto potret, terutama dengan tujuan keindahan (beauty shot).
8.
Seringkali foto candid seperti diatas lebih menarik daripada foto model yang melihat langsung ke lensa. Selain itu, saya juga menunjukkan bagaimana penyuntingan foto (photo editing) bisa secara signifikan mengganti suasana, warna, intensitas foto. Dengan foto editing, Anda dapat mengkomunikasikan dengan pemirsa bagaimana Anda melihat dunia.
9.
Sama dengan foto no.8 diatas, dengan mengunakan alat penyuntingan foto, Anda bisa mengubah foto biasa menjadi foto klasik. Foto potret tidak perlu selalu tajam sampai ke pori-pori, terutama foto wanita.
Semoga panduan dan contoh-contoh diatas dapat membantu Anda untuk menghasilkan karya foto potret yang baik, untuk keperluan profesional, hobi atau keluarga.

.  



CrazyTalk Animator
Baca Lagi Biar Mantap!

Thursday, July 7, 2011

TIPS MEMBELI KAMERA SAKU

Oleh: Kristian Tjahjono
 
Hallo sobat pecinta photography, bagi kalangan fotographer mungkin membeli kamera saku bukanlah suatu prioritas utama. Namun para fotographer sedikit banyak mengetahui mengenai kamera saku ini. Mungkin saja saudara atau tetangga anda ada yang mau membeli kamera saku, anda harus dapat memberikan tips dan saran kepada mereka sebagai seseorang yang ahli. Apa saja tips yang harus diperhatikan ketika memberi kamera saku? Baca berikut ini:

Jika satu dasawarsa lalu kamera digital adalah sebuah perangkat yang harganya mahal, kini hampir setiap orang mampu membelinya. Merek dan model kamera digital pun semakin banyak di berbagai segmen. Rentang harga jual kamera saku cukup luas, mulai di bawah Rp 1 juta sampai di atas Rp 5 juta.

Minat membeli kamera digital tidak surut oleh banyaknya telepon seluler yang dilengkapi fitur kamera. Tentunya sebelum membeli, Anda perlu melihat kebutuhan dan dana yang dimiliki. Berikut ini empat hal yang patut diperhatikan sebelum membeli kamera saku:

MEREK
Merek suatu kamera amat penting. Merek ternama biasanya memiliki bagian R&D (riset dan pengembangan) yang bertujuan menelurkan kamera dengan fitur dan kualitas yang baik. Selain itu, ada beberapa teknologi dan fitur yang eksklusif terbatas hanya dapat digunakan satu merk.

Misalnya: Sony memiliki teknologi SteadyShot dan BIONZ processor, Panasonic dengan MEGA O.I.S dan VENUS ENGINE, Canon dengan DIGIC processor, dan sebagainya. Selain itu, rata-rata perusahaan kamera ternama juga memproduksi lensanya sendiri.

Sebagai panduan, pilihlah kamera saku dari produsen yang mampu membuat lensa sendiri.

SPESIFIKASI
Pastikan spesifikasi kamera yang ingin dibeli sesuai dengan kebutuhan Anda.

Panduan umum: jangan pedulikan ukuran resolusi sebab besaran itu (dalam hitungan MP) bukanlah ukuran kualitas hasil foto, tapi lebih merujuk pada ukuran cetak optimal dari sebuah kamera. Misalnya: resolusi 5MP dapat digunakan untuk mencetak foto berukuran A4, sementara 10MP untuk A3.

Nah, jika Anda tidak berencana mencetak foto berukuran besar, tentunya tidak perlu mementingkan besaran resolusi. Yang lebih menentukan sebuah hasil foto adalah kualitas sensor, kualitas lensa, dan pengolah citra (image processor).

DESAIN
Kamera saku hadir dalam berbagai ukuran dan konsep desain. Faktor desain yang harus lebih diperhatikan adalah ergonomi. Setelah menggunakannya dalam waktu yang lama, Anda akan lebih menghargai faktor kenyamanan pemakaian dibanding desain yang cantik tapi kurang nyaman. Jika memungkinkan, cobalah dulu memegang kamera dalam berbagai posisi. Bagi yang agak ceroboh, dianjurkan memilih kamera saku dengan lensa yang dapat tertutup otomatis atau kamera yang tidak memakai tutup lensa terpisah.

AKSESORI
Jika membeli kamera, pastikan Anda menyisihkan dana untuk membeli aksesori tambahan. Yang paling mendesak adalah memory card, karena sering kali tidak disertakan dalam paket pembelian. Aksesori lain yang wajib dimiliki adalah tas atau kantong kamera dan alat pembersih lensa. Tripod juga wajib dimiliki jika Anda akan menggunakan kamera untuk memotret pemandangan.

Selamat berbelanja!

Kristian Tjahjono, menulis tentang teknologi konsumen sejak tahun 2003, pendiri situs teknologi konsumen yangcanggih.com. Antusias terhadap berbagai jenis gadget, mulai dari komputer, ponsel, sampai kamera digital.
Baca Lagi Biar Mantap!

Monday, June 27, 2011

SELAMAT DATANG DI ILMU TUKANG FOTO INDONESIA

Salam Jepret,
Rekan-rekan photographer, berbagi ilmu merupakan suatu keharusan bagi kita! Seandainya setiap orang tidak mau berbagi ilmu, maka tidak akan ada perkembangan di dunia ini. Otomatis tidak ada juga foto di dunia ini. Foto begitu penting untuk mengenang masa lalu, memperindah, dan lain-lain. Marilah kita sesama pecinta photography untuk saling berbagi dalam ilmu photography agar kita senantiasa lebih baik lagi menghasilkan karya photography di bidang apapun. Selamat berbagi


Kata photography berasal dari kata photo yang berarti cahaya dan graph yang berarti gambar. Jadi photography bisa diartikan menggambar/melukis dengan cahaya.

Jenis-jenis kamera

a) Kamera film, sekarang juga disebut dengan kamera analog oleh beberapa orang.

Format film
Sebelum kita melangkah ke jenis-jenis kamera film ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu berbagai macam format/ukuran film.
1. APS, Advanced Photography System. Format kecil dengan ukuran film 16x24mm, dikemas dalam cartridge. Meski format ini tergolong baru, namun tidak populer. Toko yang menjual film jenis ini susah dicari di Indonesia
2. Format 135. Dikenal juga dengan film 35mm. Mempunyai ukuran 24x36mm, dikemas dalam bentuk cartridge berisi 20 atau 36 frame. Format ini adalah format yang paling populer, banyak kita temui di sekitar kita
3. Medium format
4. Large format

Jenis Film
1. Film B/W, film negatif hitam putih
2. Film negatif warna. Paling populer, sering kita pakai
3. Film positif, biasa juga disebut slide. Lebih mahal dan rawan overexposure. Meski demikian warna-warna yang dihasilkan lebih bagus karena dapat menangkap rentang kontras yang lebih luas

Jenis-jenis kamera Film
1. Pocket/compact. Kamera saku. Populer bagi orang awam, sederhana dan mudah dioperasikan. Menggunakan film format 35mm
2. Rangefinder. Kamera pencari jarak. Kecil, sekilas mirip dengan kamera saku. Bedanya, kamera ini mempunyai mekanisme fokusing (karenanya disebut rangefinder). Umumnya menggunakan film format 35mm
3. SLR, Single Lens Reflex. Kamera refleks lensa tunggal. Populer di kalangan profesional, amatir dan hobiis. Umumnya mempunyai lensa yang dapat diganti. Menggunakan film format 35mm. Disebut juga kamera sistem
4. TLR, Twin Lens Reflex. Kamera refleks lensa ganda. Biasanya menggunakan format medium
5. Viewfinder. Biasanya menggunakan format medium

Kamera manual dan kamera otomatis. Kamera-kamera SLR terbaru umumnya sudah dilengkapi sistem autofokus dan autoexposure namun masih dapat dioperasikan secara manual.

b ) Kamera digital
Menggunakan sensor digital sebagai pengganti film
1. Consumer. Kamera saku, murah, mudah pemakaiannya. Lensa tak dapat diganti. Sebagian besar hanya punya mode full-otomatis. Just point and shoot. Beberapa, seperti Canon seri A, memiliki mode manual.
2. Prosumer. Kamera SLR-like, harga menengah. Lensa tak dapat diganti. Shooting Mode manual dan auto
3. DSLR. Digital SLR
BFBC2
Lensa Kamera

mata dari kamera, secara umum menentukan kualitas foto yang dihasilkan lensa memiliki 2 properties penting yaitu panjang fokal dan aperture maksimum.

Field of View (FOV)
tiap lensa memiliki FOV yang lebarnya tergantung dari panjang fokalnya dan luas film/sensor yang digunakan.

Field of View Crop
sering disebut secara salah kaprah dengan focal length multiplier. Hampir semua kamera digital memiliki ukuran sensor yang lebih kecil daripada film 35mm, maka pada field of view kamera digital lebih kecil dari pada kamera 35mm. Misal lensa 50 mm pada Nikon D70 memiliki FOV yang sama dengan lensa 75mm pada kamera film 35mm (FOV crop factor 1.5x)

Jenis-jenis Lensa
a. berdasarkan prime-vario
1. Fixed focal/Prime, memiliki panjang fokal tetap, misal Fujinon 35mm F/3.5 memiliki panjang fokal 35 mm. Lensa prime kurang fleksibel, namun kualitasnya lebih tinggi daripada lensa zoom pada harga yang sama
2. Zoom/Vario, memiliki panjang fokal yang dapat diubah, misal Canon EF-S 18-55mm F/3.5-5.6 memiliki panjang fokal yang dapat diubah dari 18 mm sampai 55 mm. Fleksibel karena panjang fokalnya yang dapat diatur


b. berdasarkan panjang focal
1. Wide, lensa dengan FOV lebar, panjang fokal 35 mm atau kurang. Biasanya digunakan untuk memotret pemandangan dan gedung
2. Normal, panjang fokal sekitar 50 mm. Lensa serbaguna, cepat dan harganya murah
3. Tele, lensa dengan FOV sempit, panjang fokal 70mm atau lebih. Untuk memotret dari jarak jauh

c. berdasarkan aperture maksimumnya
1. Cepat, memiliki aperture maksimum yang lebar
2. Lambat, memiliki aperture maksimum sempit

d. lensa-lensa khusus
1. Lensa Makro, digunakan untuk memotret dari jarak dekat
2. Lensa Tilt and Shift, bisa dibengkokan

Ketentuan lensa lebar/tele (berdasarkan panjang focal) di atas berlaku untuk kamera film 35mm. Lensa Nikkor 50 mm menjadi lensa normal pada kamera film 35mm, tapi menjadi lensa tele jika digunakan pada kamera digital Nikon D70. Pada Nikon D70 FOV Nikkor 50 mm setara dengan FOV lensa 75 mm pada kamera film 35mm

Peralatan bantu lain
- Tripod , diperlukan untuk pemotretan dengan kecepatan lambat. Pada kecepatan lambat, menghindari goyangan kamera jika dipegang dengan tangan (handheld). Secara umum kecepatan minimal handhel adalah 1/focal.
Membawa tripod saat hunting bisa merepotkan. Untuk keperluan hunting biasanya tripod yang dibawa adalah tripod yang ringan dan kecil.
- Monopod , mirip tripod, kaki satu. Lebih mudah dibawa. Hanya dapat menghilangkan goyangan vertikal saja.
- Flash/blitz/lampu kilat , untuk menerangai obyek dalam kondisi gelap
- Filter , untuk menyaring cahaya yang masuk. Ada banyak jenisnya :
UV, menyaring cahaya UV agar tidak terjadi hazy pada foto2 landscape, sering digunakan untuk melindungi lensa dari debu.
PL/CPL (Polarizer/Circular Polarizar) untuk mengurangi bayangan pada permukaan non logam. Bisa juga untuk menambah kontras langit

Exposure

jumlah cahaya yang masuk ke kamera, tergantung dari aperture dan kecepatan.
- Aperture/diafragma . Makin besar aperture makin banyak cahaya yang masuk. Aperture dinyatakan dengan angka angka antara lain sebagai berikut: f/1,4 f/2 f/3,5 f/5.6 f/8. semakin besar angkanya (f number), aperture makin kecil aperturenya
- Shutter speed/kecepatan rana . Makin cepat, makin sedikit cahaya yang masuk
- ISO , menyatakan sensitivitas sensor/film. Makin tinggi ISOnya maka jumlah cahaya yang dibutuhkan makin sedikit. Film ISO 100 memerlukan jumlah cahaya 2 kali film ISO 200
Contoh: kombinasi diafragma f/5.6 kec. 1/500 pada ISO 100 setara dengan diafragma f/8 kec 1/500 atau f/5.6 kec. 1/1000 pada ISO 200.

Exposure meter , pengukur cahaya. Hampir tiap kamera modern memiliki pengukur cahaya internal. Selain itu juga tersedia pengukur cahaya eksternal

Exposure metering ( sering disingkat dengan metering )
adalah metode pengukuran cahaya
1. Average metering , mengukur cahaya rata-rata seluruh frame
2. Center-weighted average metering , mengukur cahaya rata-rata dengan titik berat bagian tengah
3. Matrix/Evaluative metering , Mengukur cahaya di berbagai bagian dari frame, untuk kemudian dikalkulasi dengan metode-metode otomatis tertentu
4. Spot metering , mengukur cahaya hanya pada bagian kecil di tengah frame saja

Exposure compensation, 18% grey . Exposure meter selalu mengukur cahaya dan menhasilkan pengukuran sehingga terang foto yang dihasilkan berkisar pada 18% grey. Jadi kalau kita membidik sebidang kain putih dan menggunakan seting exposure sebagaimana yang ditunjukan oleh meter, maka kain putih tersebut akan menjadi abu-abu dalam foto. Untuk mengatasi hal tersebut kita harus melakukan exposure compensation. Exposure kita tambah sehingga kain menjadi putih.

Under exposured = foto terlalu gelap karena kurang exposure
Over exposured = foto terlalu terang karena kelebihan exposure

Istilah stop
Naik 1 stop, artinya exposure dinaikkan menjadi 2 kali.
Naik 2 stop, artinya exposure dinaikkan menjadi 4 kali.
Turun 1 stop exposure diturunkan menjadi 1/2 kali.
Turun 2 stop exposure diturunkan menjadi 1/4 kali.

Kenaikan 1 stop pada aperture sebagai berikut: f/22; f/16; f/11; f/8; f/5,6; f/4; f/2,8; f/2.
Beda f number tiap stop adalah 0,7 kali (1/ akar2).
UserGate Proxy & Firewall: Security and Control
Kenaikan 1 stop pada kec. Rana sebagai berikut: 1/2000; 1/1000; 1/500; 1/250; 1/125; 1/60; 1/30; 1/15; 1/8; 1/4; 1/2; 1.
Beda speed tiap stop adalah 2 kali

DOF , Depth of Field, kedalaman medan. DOF adalah daerah tajam di sekitar fokus.
Kedalaman medan dipengaruhi oleh besar aperture, panjang fokal, dan jarak ke obyek.
1. Aperture, semakin besar aperture (f number makin kecil) maka DOF akan makin dangkal/sempit
2. Panjang fokal (riil), semakin panjang fokal, DOF makin dangkal/sempit
3. Jarak ke obyek, semakin dekat jarak ke obyek maka DOF makin dangkal/sempit

Pemilihan DOF
- Jika DOF sempit, FG dan BG akan blur. DOF sempit digunakan jika kita ingin mengisolasi/menonjolkan obyek dari lingkungan sekitarnya misalnya pada foto-foto portrait atau foto bunga.
- Jika DOF lebar, FG dan BG tampak lebih tajam. DOF lebar digunakan jika kita menginginkan hampir seluruh bagian pada foto nampak tajam, seperti pada foto landscape atau foto jurnalistik.

Shooting mode
Mode auto , mode point and shoot, tinggal bidik dan jepret
1. Full auto, kamera yang menentukan semua parameter
2. Portrait, kamera menggunakan aperture terbesar untuk menyempitkan DOF
3. Landscape, kamera menggunakan aperture terkecil
4. Nightscene, menggunakan kecepatan lambat dan flash untuk menangkap obyek dan BG sekaligus
5. Fast shuter speed
6. Slow shutter speed

Creative zone
1. P, program AE. Mirip dengan mode auto dengan kontrol lebih. Dengan mode ini kita bisa mengontrol exposure compensation, ISO, metering mode, Auto/manual fokus, white balance, flash on/off, dan continues shooting.
2. Tv, shutter speed priority AE. Kita menetukan speed, kamera akan menghitung aperture yang tepat
3. Av, aperture priority AE. Kita menentukan aperture, kamera mengatur speed
4. M, manual exposure. Kita yang menentukan aperture dan speed secara manual

Komposisi dan Angle
Komposisi adalah penempatan obyek dalam frame foto
Angle adalah sudut pemotretan, dari bawah, atas, atau sejajar
Komposisi dan angle lebih menyangkut ke seni dari fotografi. Faktor selera fotografer sangat besar pengaruhnya.

Semoga Bermanfaat

sumber
http://www.ilmugrafis.com/artikel.php?page=pengetahuan-tentang-ilmu-fotografi


Baca Lagi Biar Mantap!

Friday, January 7, 2011

Teknik Fotografi Pernikahan

Mudah-mudahan pembaca mengerti dan bisa memperbaiki teknik fotografinya Agar lebih baik lagi.
1. Penerangan yang fleksibel karena built in flash tidak dapat di gunakan pada semua situasi. Gunakan external flash, diffuser(membuat cahaya flash lebih lembut), lampu flash kedua sehingga cahaya seperti dalam studio.

2. Perluas pandangan dengan wide converter, panorama( foto objek dalam beberapa segmen dan satukan dalam pc)

3. Filter kamera agar dapat menghasilkan segalanya yang di inginkan dari sebuah jepretan. Gunakan filter polarizer(agar terhindar dari refleksi yang tidak di inginkan sehingga warna lebih cerah), filter uv(mengurangi efek kabut akibat pantulan sinar uv), filter gradual nd(untuk menyeimbangkan foto dengan latar belakang yang kontras)

4. Agar gambar foto art photographer lebih detail, anda bisa gunakan zoom extra pada kamera saku(digital zoom- namun kualitas gambar kurang atau bisa juga ikutilah kursus fotografi), menambah teleconverter pada kamera saku dan maro converter untuk meningkatkan fungsi macro sehingga memperoleh foto gambar di mensi baru.

5. Gunakan lcd yang lebih baik agar foto dapat ekposure lebih baik di bawah sinar matahari. Alat itu antara lain: hood lcd(menampilkan kontras yang lebih baik di bawah sinar matahari), tube karton bekas tissue untuk menahan sinar matahari.
UserGate Proxy & Firewall: Connection and Control

6. Filter kamera untuk menopang kamera jika ingin melakukan eksposure yang lebih lama dengan menggunakan berbagai macam tripod yaitu: ringan, mini dan monopod, cek disini juga sewa mobil murah di bali.
 

7. Filter kamera untuk foto outdoor minimal harus ada 2 orang atau lebih untuk mengerjakan pemotretan dengan menggunakan reflektor lipat ataupun manfaatkan dinding/kain berwarna putih yang di potret bersama dengan objek.

BERGABUNG DENGAN KOMUNITAS PHOTOGRAPHY

Selamat mencoba.
Sumber : IDE DAN TIPS

Baca Lagi Biar Mantap!

Friday, December 31, 2010

How to Promote your Photography using Facebook

A Guest Post by Saurabh Jain.

Being an amateur photographer, promoting my photography from commercial stand-point was difficult. I started my own website (burning a good amount of cash) whose promotion took me endless mailers and sharing on social networks, resulting in a page-loads exceeding my expectations however, generating almost no business. I had a feedback mechanism which never saw light of more than a couple of dozen comments. Upon investigating I concluded that reaching out to mass audience is possible via mail but to remain fresh in their memory is not possible and eventually you are branded as a virtual terrorist disguising under email bombing!

Therefore, I decided to give Flickr a try, I received considerable amount of comments and small business. No doubt Flickr is a great photo-sharing and networking tool but nothing beats Facebook, though it doesn’t provide you with great photography tools like Flickr, when it comes to promoting your commercial interests or otherwise.

Flickr enables you to connect to a large photographer community which may not really boost your business since most of them do what you are also looking at. However, through Facebook you really reach out to the audience who would be interested in hiring your services or buying your prints (if they like your work that is).

Best way to promote your photography is to start your Fan page (best naming option would be “(your name) photography” or name of your studio).

Starting a Fan page is easy but you should take care of certain things right from the onset to ensure a smooth run:

1. Pheromonise
As butterflies are attracted to beautiful flowers so are humans. People will be attracted to your photos if you can titillate their visual senses and unless your photographs appeal to them they wouldn’t lift that finger to press the like button. Hence, before starting a fan page have a backing of strong photographs which will pheromonise the fan base.

2. Rule of Patience
Having created a Fan page, do not rush to upload all your work at once. Hold on! take a deep breath and control the anxiety to showcase your work. It is a slow rather laborious task which is sure to reap benefits if carried out patiently.

3. Customer is the king
Start with uploading a couple of your best photos. Invite your friends requesting them to join the Fan page. Be polite and thank them once they have joined. You would want to treat others as you’d like to be treated.

4. Respect their “wall”
Most important thing to do is not to clog your page with more than one photo a day. It will help you get a more focused response from your fan base and will keep them away from blocking your posts appearing on their wall.

Posting a lot of photos at a time may irritate the viewer resulting in a more negative publicity rather than positive. Also, a person loses the patience to sit and comment on all the photos. Having a single photo ensures that you get all the eyeballs you year for!
BFBC2
5. Quality matters
The guru-mantra here is “Focus on quality rest all will follow” Upload only the shots which make you say out loud “Wow”. Posting not-so-good photos or just for the sake of posting will only result in a lower brand value. Make sure when you post, you post the best!

6. Touch their hearts
Be proactive and alert! Create content which has a chronological, social or political importance and touches your fan base.For example on Children’s day I posted a photo of a kid in her dad’s arms and gave out a message on female infanticide which got me hits of over 300 people. The photo was shared by a lot of users which helped me gain more user base.

7. Tag people
Don’t shy away from tagging people. It only increases your brand value and fan base. As, a photo once tagged is displayed on the wall of the entire friends list of that person. Moreover, people feel happy if they are being tagged.

8. Be choosy
As getting that one shot may take several agonising hours so does getting users to your fan page. Consider some interesting facts from the most popular fan pages.

Roger Federer’s official page with 5 Million fan base gets only 0.5% response (includes likes and comments)at max per post.

Facebook’s own page which has over 26 Million fans gets roughly between .1 to .3% response.

Therefore, reach out to a set of audience you think could help you with the business. If you are a wedding photographer, it makes little sense to promote your page to someone in Iran when your operational area is limited to India. It will surely increase the number of users but may not lead to commercial benefits.

Personally, I am very choosy of who joins my page and with a fan base of around 450 my photos receive response of somewhere between .8% and 7% with an average of 4.2%.

Being selective has helped me stay close to constructive criticism and has helped me generate constant revenues which otherwise may not have been possible. Initially, it was a little tough but as the good work started spreading, word also spread. My work has taken me to a lot of places across India (all expenses paid).

9.) Ads
Once you have constant revenues, you may opt for Facebook ads which are highly customisable as per age and locational preferences. They work out real cheap!

If you take care of above points it is sure to result in a great fan page with quality fan base. Do you run a fan page? How is your experience from commercial stand-point?

note from the editor: Don’t forget to check out the dPS facebook page here. ‘Like’ us to stay in touch.

Check out more from Saurabh Jain on his… Facebook Page!

Read more: http://www.digital-photography-school.com/promote-photography-using-facebook#ixzz19hbco09U
Baca Lagi Biar Mantap!

Thursday, December 23, 2010

PANDUAN SEDERHANA MEMBELI KAMERA SLR TUA DAN KAMERA BEKAS

Era keemasan kamera film sudah lewat digusur oleh kamera digital namun bukan berarti kamera film hilang begitu saja. Sebagian kecil photographer muda tampaknya ada yang menaruh perhatian pada kamera antik tanpa sensor ini namun sering keinginan ini harus diurungkan karena bingung menentukan kriteria kamera yang harus dibeli. Kadang untuk hal sederhana sekalipun seperti menentukan kondisi barangnya, apakah masih berfungsi bagus atau rusak saja tampaknya tidak mudah. Maklum kamera antik yang bisa dijalankan tanpa battery ini tidak punya monitor dibagian belakang untuk preview hasil jepretan.

Saya sebelumnya juga sempat mengalami hal yang sama. Berdasarkan pengalaman beberapa kali transaksi, saya menjadi sedikit mengetahuinya dan bersama ini dengan segala keterbatasan dan kekurangannya, saya memberanikan diri untuk menuliskannya dengan harapan mudah mudahan bermanfaat. Segala kekurangan dan kesalahan jadi tolong dimaafkan atau dikoreksi. Terima kasih.

Hal pertama, sebelum cek fisik dilakukan adalah mengecek kelayakan harga. Harga yang ditawarkan hendaknya sesuai dengan harga yang berlaku di pasaran, untuk type dan jenis kamera yang sama. Kalau harganya sudah didapatkan dan dianggap sesuai, barulah langkah di bawah ini dilakukan. Barang katagori langka, collection items adalah perkecualian.

1. Body secara umum
Meliputi kemulusan barang ( benturan, goresan, lecet, karat ). Lecet dan goresan yang super halus (goresan rambut) kadang sedikit susah dilihat. Dengan sedikit mengubah sudut pandang, memiringkan, mendekatkan dan menjauhkan ke arah lampu kadang bisa membantu. Menggunakan alat bantu seperti kaca pembesar tentu lebih baik lagi.
2. Tombol
Pastikan semua tombol berfungsi normal atau bisa diputar dengan mudah. Shutter. Kokang kamera dan jepret. Coba minimal dalam 3 speed yang berbeda tertinggi, terendah, menengah. Coba juga posisi Auto, B dan M90/60 kalau ada. Setiap posisi berbeda normalnya akan menghasilkan suara yang juga berbeda.
3. Viewfinder
Intip, check debu, sampah, jamur dan fogg. Debu bisa beberapa titik, banyak titik, mengumpul atau menyebar. Kalau menggumpal besar kemungkinan bukan debu namun sudah digolongkan sebagai sampah. Kalau jamur biasanya seperti benang atau kerak tidak beraturan atau bisa juga menggumpal berakar atau bahkan mungkin berbunga dan berbuah kalau sudah parah ( joke !). Fogg maksudnya berkabut putih, pandangan tidak jelas mirip ketika kita baru bangun pagi. Dengan lensa terpasang, periksa kebersihan (split) screen. Kadang sedikit sulit untuk menentukan apakah debu atau kotoran itu berada di screen atau di lensa, jadi membawa lensa sendiri tampaknya jauh lebih baik.
BFBC24. Metering
Arahkan kamera ke tempat yang berlainan, perhatikan perubahan angka, jarum, lampu dll, kemudian sambil mata tetap mengintip di vewfinder, putar tombol shutter speed ke sesuka anda, normalnya pengukur cahaya berbentuk jarum atau lampu akan memberikan reaksi ketika tombol shutter anda putar. Kalau bandel tidak bergerak besar kemungkinan rusak. Untuk memastikannya cek baterai kamera.
5. Kebersihan ruangan dalam depan
Buka lensa depan, periksa bagian dalam. Periksa cermin pantul (miror) bersih, banyak goresan, juga pinggiran miror rata dan mulus atau compang camping hitam bergerigi. Untuk kamera rangfinder dengan lensa mati yang tidak bisa dibuka, langkah ini dan juga satu langkah dibawah ini di abaikan saja.
6. Kebersihan ruang dalam belakang
Buka penutup belakang. Bagian yang sering bergesekan ketika penutup dibuka dan ditutup biasanya adalah tempat yang paling rawan karat dan juga kotor. Bagian itu berbentuk sperti parit kecil yang melintang di atas dan bawah. Saya biasanya memberi nama dengan “garis segi empat”.
7. Jalan dan alur Film
Semua bagian yang dilalui oleh film diperiksa dan juga jangan lupa bagian belakangnya yang berfungsi menekan film ketika pintu ditutup. Karat atau kotor akan membuat film tergores dan lecet.
8. Tirai shutter
Apakah shutter terbuka dengan sempurna atau tidak ketika kamera dijepret. Jangan lupa kokang kamera dulu sebelum tombol dipencet.
9. Pasang film
Kokang dan jepret, untuk meyakinkan langkah no 3 berfungsi dengan baik. Kalau hasilnya bisa dicetak itu lebih baik lagi.

Langkah diatas saya berikan untuk kamera film analog mekanik, sedangkan untuk kamera rangefinder, pocket, kamera berbahan plastik, sedikit berbeda namun tampaknya pointnya sama saja. Lakukan pengecekan terutama viewfinder dengan lensa terpasang.

Beberapa tip tambahan :
Membawa atau menyiapkan lensa sendiri.
Khususnya ketika membeli kamera “body only”. Tanpa lensa terpasang, fokus, kebersihan split screen akan menjadi sedikit sulit. Kamera Canon MF dan AF mempunyai mount yang berbeda, sehingga menyiapkan lensa sendiri sedikit susah sedangkan merek lain seperti Nikon atau Pentax tampaknya sedikit lebih mudah karena mountnya yang sama antara kamera AF dan MF (kecuali mount ulir), sehingga lensa digitalpun bisa dipakai sekedar untuk mengecek kebersihan bagian dalam saja.
 
Siapkan battery kamera baru sebagai cadangan.
Mebuka penutup belakang kamera, kelihatanya bagian ini sepele namun saya kadang kesulitan melakukannya, walaupun untuk kamera sendiri. Maklum, proses buka membuka ini tidaklah rutin dilakukan, apalagi untuk katagori orang tua seperti saya yang ingatannya mulai menurun. Umumnya kamera dibuka dengancara menarik penggulung roll yang terletak di kiri atas ke atas, penutup belakang akan terbuka kesamping seperti mebuka buku tulis. Namun ada juga yang dilakukan dengan penarik tuas pengunci di sisi kiri, atau malah ada yang tombol penjepitnya ada di bawah, kamera terbuka seperti membuka korek api. Saya biasanya cari cara amanya saja dengan minta tolong penjualnya untuk membuka, walaupun cara ini kelihatan bodoh tapi tampaknya jauh lebih aman ketimbang membayar biaya kerusakan karena kesalahan sepele
UserGate Proxy & Firewall: Security and Control
BAGIAN II
Kamera digital


Walaupun judulnya adalah kamera SLR tua, tampaknya tidak ada salahnya kalau saya lengkapi juga dengan kamera digital. Mudah mudahan tidak menyimpang dari judul.

Secara umum, hampir sama dengan point di atas yaitu body luar, tombol, viewfinder. Karena kamera digital tidak memakai film, memeriksa kamera bagian dalam hampir tidak mungkin dilakukan. Kemudian langkah lanjutannya adalah jepret dan preview hasilnya. Melihat hasil jepretan melalui komputer jauh lebih baik karena tampilan monitor kamera sering menipu.

Shutter count juga ada baiknya di periksa untuk memeriksa berapa banyak kamera telah dijepretkan, karena perlu diketahui, shutter juga mempunyai batas umur pemakaian. Setiap kamera mempunyai umur shutter yang berbeda, tergantung merk dan juga modelnya. Shutter yang telah melewati batas pemakaian (jebol), masih bisa diperbaiki dengan mengganti shutter baru, namun tentu saja hal ini merupakan pengeluaran tambahan yang tidak murah. Cara melihat shutter count, bisa dibaca lewat artikel yang banyak bertebaran di internet. Kamera dengan pemakaian shutter yang tinggi biasanya berharga jual lebih murah dan sebaliknya. Namun untuk barang bekas di luar negeri jumlah shutter yang dipakai sama sekali tidak mempengaruhi harga jual.

Periksa perlengkapan kamera seperti USB kabel, Video cable, battery charger dan buku manual. Untuk kamera SLR beserta lensanya, jangan lupa kelengkapan tutup body dan tutup lensa bagian belakang-nya. Biasanya benda yang terakhir ini sering terlupakan terutama untuk pembelian kamera dengan lensa terpasang. Untuk kamera pocket, bagian ini dilewatkan saja.

Baca Lagi Biar Mantap!

Tuesday, December 21, 2010

TEKNOLOGI YANG MEMBUAT PHOTOGRAPHER MELUPAKAN MASALAH SHUTTER COUNT

Translucent Mirror Technology
Setiap saat semakin banyak kamera digital yang diproduksi oleh produsen dengan berbagai macam kelebihan dan teknologi terbaru. Pada topik ini kita akan memperkecil bahasan untuk kamera DSLR yang lensanya bisa diganti-ganti sesuai dengan kebutuhan. Sony beberapa waktu yang lalu memperkenalkan teknologi baru untuk kamera sejenis DSLR yang disebut dengan Translucent Mirror Technology.

Sekedar mengingatkan saja bahwa DSLR adalah singkatan dari Digital Single Lens Reflector, maksudnya adalah object yang akan di foto akan terlihat langsung di viewfinder lewat pantulan kaca, sehingga apa yang terlihat itu yang akan ditangkap oleh sensor. Pada saat tombol shutter ditekan, maka kaca pantulan tersebut akan terangkat dan mengakibatkan cahaya yang diterima lewat lensa akan langsung ditangkap oleh sensor kamera sehingga bisa diolah menjadi foto digital.

Sony tidak berhenti untuk berinovasi mengembangkan teknologi baru untuk kamera digital, salah satu penemuan terbaru yang sudah diaplikasikan pada kamera Sony A55 adalah "Translucent Mirror Technology™", betul dengan embel-embel TM (Trademark) karena teknologi ini ditemukan dan dipatenkan oleh Sony Corporation.

Perbedaan mendasar antara Translucent Mirror Technology jika dibandingkan dengan DSLR pada umumnya adalah tidak adanya kaca pantulan yang akan membuka naik pada saat tombol shutter ditekan, dan ini digantikan oleh kaca Translucent yang akan melewatkan cahaya yang diterima dari lensa langsung ke bagian sensor dan autofocus kamera . Hal ini jelas akan mempercepat proses penyimpanan gambar dan autofocus bisa langsung bekerja setiap saat gambar akan disimpan. Setidaknya dengan teknologi baru ini, tidak ada gerakan mekanik (kaca yang naik dan turun) yang terjadi pada saat shutter ditekan. Hilangnya gerakan mekanik tersebut tentunya akan menghindari pengguna kamera dari masalah shutter count yang sering dikhawatirkan oleh pengguna kamera DSLR.

Dengan teknologi ini, maka kecepatan burst shooting kamera Sony A55 menjadi sangat cepat, yaitu mencapai 10fps (10 kali jepretan untuk tiap detiknya dan autofocus yang tepat disetiap jepretan), autofocus yang terus menerus ini juga berlaku pada saat mode video yang bisa merekam sampai full HD. Sensor pada kamera A55 adalah jenis "16.2 Megapixel Exmor APS HD CMOS Sensor". Untuk feature lain di kamera ini sudah memenuhi kriteria kamera yang layak pakai, seperti Auto HDR, ISO maksimal sampai 12800, LCD 3 inchi, Full Live View, dan sudah dilengkapi dengan teknologi 3D panorama.

RELATED POST KLIK HERE
Baca Lagi Biar Mantap!

Friday, December 10, 2010

TIPS MEMILIH PHOTOGRAPHER PERNIKAHAN

Foto Pre Wedding maupun Wedding merupakan foto DOKUMENTASI pasangan Penganten untuk seumur hidupnya, sehingga nilai DOKUMENTASI tersbut diharapkan dapat bernilai HISTORICAL bagi pasangan penganten tersebut juga bagi keluarga besarnya. Saat ini fotografi sudah demkian mewabah sehingga hampir dipastikan disetiap rumah atau keluarga di Indonesia mempunyai 1 kamera digital baik itu kamera pocket, kamera hp bahkan DSLR...

Foto DOKUMENTASI saat ini juga telah berkembang sedemikian pesatnya hingga hampir disetiap foto dokumentasi terdapat nilai-nilai seni yang di tanamkan okeh fotografernya. Begitu juga karakter atau gaya masing-masing fotografer yang mempunyai style sendiri-sendiri yang menjadikan NILAI BAGUS suatu foto menjadi relatif dan subyektif...

Dalam foto dokumentasi nilai tertingginya adalah dokumentasi itu sendiri dan karakter dari pasangan penganten dan keluarga besarnya, bagi pasangan penganten dan keluarganya 'Jadilah diri sendiri dalam acara tersebut, hingga fotografer dapat merekam acara dan anda semua tetap sesuai diri anda sendiri.

PILIHLAH FOTOGRAFER BERDASARKAN :
* BerPENGALAMAN meliput wedding photography dan dapat mengarahkan anda seperti layaknya MODEL PROFESIONAL
* Mengerti URUTAN acara pernikahan baik tradisional maupun internasional
* MEMBATASI ORDER yang ia terima dan memperlakukan sebagai HUBUNGAN personal demi HASIL terbaik
* Pastikan bahwa dia seorang PROFESIONAL wedding photographer dalam artian tidak mencari nafkah atau memotret dibidang lainnya.
* CARILAH weddings photographers yang dapat memberikan masukan/saran untuk anda.
* Dapat MEANGARAHKAN pose-pose anda pada saat pemotretan berdua baik saat foto pre wedding atau pre wedding photos & foto pernikahan atau wedding photo (photo wedding), karena anda adalah MODEL pada saat itu.
* Mudah bergaul dengan anda dan MENGERTI apa kemauan juga dapat MEWUJUDKAN dalam bentuk visual KONSEP foto yang anda inginkan.
* Jangan terjebak dengan HARGA murah, pastikan fotografer yang anda pilih menggunakan hasil CETAK/OUTPUT dari produksi KELAS 1, karena ALBUM dan KERTAS foto yang digunakan juga ikut berpengaruh terhadap DAYA TAHAN nilai foto dokumentasi anda

Baca Lagi Biar Mantap!

Monday, December 6, 2010

MEMULAI BISNIS FOTO PREWEDDING

Bukan bermaksud untuk menyinggung-nyinggung mereka yang belum menikah, tapi ritual Pre-Wedding yang satu ini sudah menjadi semacam ‘kewajiban' sebelum pasangan mengucapkan janji setia. Meskipun tidak semua pasangan melakukan sesi foto pre-wedding, namun ternyata jasa yang satu ini ternyata cukup menjanjikan.

Bagi mereka yang sangat hobi dengan fotografi, bisnis macam ini tentu bukan hal sulit untuk dilakukan. Selain memiliki kamera sekelas DSLR, mereka yang hendak menerjuni bisnis ini harus memiliki kemampuan mengolah foto yang baik. Untuk itu, modal awal dari bisnis ini sebenarnya terbilang cukup besar. Selain memiliki kamera yang baik, juga harus ditunjang dengan peralatan fotografi yang lain seperti lampu, tripot, dan perangkat-perangkat fotografi profesional seperti biasanya.

Selain itu, mereka yang terjun dalam bisnis ini harus mampu memberi ide kreatif bagi para pasangan yang menjadi kliennya. Dan hal itu tentu memiliki nilai tantangan tersendiri. Ini disebabkan para klien itu bukanlah para model profesional yang paham bagaimana bergaya di depan kamera. Untuk itulah perlunya ketelatenan dan kesabaran yang lebih untuk menangani para ‘model dadakan' ini. Selain itu, komunikasi yang terbuka dan menerima setiap masukan dari klien merupakan poin penting suksesnya suatu pemotretan.

Yang tidak kalah pentingnya adalah masalah pemilihan tempat pemotretan. Pada umumnya lokasi yang sering dicari oleh para fotografer maupun klien adalah lokasi-lokasi outdoor yang memiliki kesan romance yang kuat. Karena itulah lokasi seperti pulau bidadari, Kebun Raya Bogor (dan tentu halaman Istana Bogor), Kota Tua, hingga alam terbuka seperti di Puncak, pemandangan alam di Bali, dan lainnya merupaka lokasi-lokasi yang mencari oleh para fotografer dan kliennya. Namun juga tidak jarang lokasi-lokasi yang tidak kalah seru seperti di atas gedung bertingkat, air terjun, hingga yang paling ekstrim adalah foto di udara ketika sedang terjun payung!

Semua itu tergantung budget yang dimiliki oleh para kliennya. Kalau memiliki budget pas-pasan, ya cukup pemotretan di tempat-tempat terdekat saja. Namun meski demikian, hasil yang didapat tidak kalah dengan pemotretan di tempat-tempat yang keren. Untuk itu, kreativitas dari fotografernya menjadi kuncinya. Tapi secara umum biaya foto pre-wedding itu mencakup pada ongkos jasa foto (termasuk hasil foto dan foto bingkai ukuran besar), make-up,stylish (pengarah gaya), akomodasi apabila lokasinya cukup jauh, hingga penyediaan kostum bila diperlukan.

Untuk tarif paket pre-wedding tersebut, rata-rata dipatok antara 2 juta hingga 10 juta rupiah. Biasanya tarif segitu sudah lengkap. Namun bukan berarti tidak ada tarif 'PaHe'. Tarif di bawah 1 juta pun sebenarnya bisa didapat, tergantung dari biaya-biaya yang bisa di-reduce, seperti make-up dan penggunaan stylish hingga masalah lokasi yang tidak perlu jauh-jauh ke luar kota.

Secara umum, bisnis ini cukup menjanjikan. Mungkin yang menjadi hambatan dari bisnis ini adalah penyediaan alat-alat fotografi yang cukup mahal serta persaingan bisnis foto pre-wedding yang cukup sengit. Untuk memulai usaha ini, tentu perlu persiapan yang cukup matang seperti halnya memulai usaha yang lain. Dan yang terpenting adalah jangan cepat menyerah dalam memulai sesuatu yang baru.

Anda tertarik mencobanya?

SUMBER INFORMASI KLIK HERE
Baca Lagi Biar Mantap!

Monday, November 29, 2010

CARA MEMBUAT FOTO SLIDE DI FACEBOOK

Apa itu clip generator 2.0? yaitu sebuah aplikasi baru di facebook yang menyediakan fasilitas untuk membuat slide foto sambil diiringi musik yang sudah disediakan oleh aplikasi tersebut. Seru banget deh,monggo ojo malu-malu buat dicoba.hehe...

Langkah-langkahnya :
1. Login facebook
2. Masuk ke aplikasi Clip Generator disini
3. Pilih Izinkan/Allow.
4. Pilih lagi Izinkan penerbitan.
5. Setelah masuk ke aplikasinya "Choose Music" (pilih musik untuk mengiringi slide foto kamu)
6. Personalize (masukkan foto kamu bisa dari komputer,facebook,flickr,dll)
7. Generate clip (review dari hasilnya)

Nah selamat mencoba ya ... ^^
Sumber www.facebooktrik.blogspot.com

marito comptech wedding videography surabaya
kami melayani pembuatan foto klip yang menarik dan menakjubkan
KLIK CONTOH FOTO KLIP DISINI

Baca Lagi Biar Mantap!

Friday, November 26, 2010

PHOTO ALBUM MAKER

Aplikasi ini memungkinkan Anda untuk membuat album photo wedding menakjubkan dimainkan di TV dengan musik, transisi
Ini album foto profesional akan membuat foto pernikahan slide show menarik dengan musik, transisi, DVD menu.

Wedding Album Maker Gold dapat dengan cepat dan mudah menghasilkan album Photo wedding menakjubkan disc DVD video dan berbagi cerita cinta dan kegembiraan pada hari wedding Anda di rumah TV layar lebar dengan pemutar DVD standar dalam kenyamanan ruang tamu Anda.

Buat menakjubkan DVD, VCD slideshow dari photo wedding Anda, musik – dan burning langsung ke DVD atau CD disc. Keluarga dan teman-teman bisa melihat pesta wedding Anda dengan tayangan slide di TV mereka dengan DVD player, atau pada komputer mereka.

Dengan Wedding Album Maker, Anda akan membuat pribadi disc yang mudah digunakan sebagai DVD biasa. Dengan lebih dari 260 efek transisi, Anda dapat dengan mudah berbagi cerita cinta dan kegembiraan pada hari wedding Anda dengan teman dan keluarga.

Wedding Album Maker
Dengan beberapa menit bekerja, Anda akan memiliki slide show menarik yang akan dijalankan di hampir semua pemutar DVD. Wedding Album Maker mendukung lebih dari 260 efek transisi yang mengagumkan dengan Pan & Zoom efek. Ini juga mendukung Seni-klip untuk setiap slide photo yang menakjubkan menambahkan efek khusus untuk slideshow wedding-mu.

Amazing mudah digunakan, Wedding Album Maker Gold membantu Anda membuat album photo wedding dan membuat video DVD disc dimainkan di TV dengan DVD player.

Jika Anda seperti kebanyakan orang hari ini, Anda punya ribuan photo digital yang tersimpan pada PC Anda dan kartu Flash. Bukankah lebih baik jika Anda dapat dengan mudah membuat slide show unik dan melihatnya di TV Anda dengan keluarga dan teman-teman.

Menggunakan Wedding Album Maker Gold, Anda dapat membuat beberapa album koleksi photo, menambahkan transisi antara photo Anda, menambah musik latar, dan burning dalam CD atau DVD photo video dimainkan di TV.

Itu salah satu hari paling istimewa dalam hidup Anda. Tapi waktu yang menuju ke sana dapat menjadi salah satu yang paling menegangkan. Sekarang, Anda dapat menikmati photo wedding Anda di TV di ruang tamu Anda dengan teman Anda, keluarga. Anda dapat berbagi momen kenangan Anda dengan mengirimkan DVD discs pernikahan Anda ke teman-teman Anda, keluarga yang tidak bisa menghadiri pernikahan Anda.

Berikut adalah beberapa fitur kunci dari “Wedding Album Maker Gold”:

? Tidak ada Pengalaman yang Diperlukan
Wedding Album Maker hanyalah termudah untuk menggunakan perangkat lunak slideshow. Hal ini dirancang untuk cukup mudah bagi siapa saja dalam keluarga untuk digunakan. Anda dapat membuat slideshow yang dinamis wedding hanya dengan klik: Tambah photo, desain menu film Anda, dan membakar disk Anda. Anda akan menemukan bahwa Anda dapat melakukan semua pekerjaan dengan cara yang paling alami dan intuitif.

? All-in-One pembuat Wedding Photo Album
Tidak perlu untuk CD atau DVD burning software. Wedding Album Maker bisa melakukan semua dari awal sampai akhir untuk membuat slideshow DVD. Dan, seluruh langkah-langkah yang sederhana, cepat dan kuat: itu Burn-Proof (TM) teknik yang membuat prosedur DVD burning lebih kuat daripada sebelumnya!

? Lovely Musik, Efek Transisi
Burn slideshow Anda dengan gerakan menu DVD dan efek transisi ke DVD dan menonton di TV dengan DVD player Anda. Editor slideshow mencakup semua perangkat yang diperlukan untuk membuat presentasi foto eye-catching. Wedding Album Maker memungkinkan Anda untuk menambahkan pernikahan musik favorit Anda untuk pertunjukan slide Anda pernikahan. Kami menyediakan beberapa efek yang elegan paling visual yang tersedia di pasar. Anda bahkan dapat menyesuaikan banyak dari efek, memberikan Anda pilihan hampir tak terbatas.

? tertinggi Format Resolusi Di TV
Wedding Album Maker mengoptimalkan foto digital Anda dan menggunakan format tertinggi Resolusi yang didukung oleh sebagian besar pemain DVD. Teknik ini membuat photo tampak hebat di TV.

? Profesional gaya Hollywood-DVD Menu Template
Wedding Album Maker fitur perpustakaan dari latar belakang menu dan frame yang dirancang secara profesional. Mulai dari menyenangkan untuk profesional, Anda yakin untuk menemukan latar belakang untuk setiap kesempatan.

? Photo wedding dengan Teks dan Arc Klip
Built-in Apa yang Anda Lihat adalah Apa yang Anda Dapatkan editor photomemudahkan untuk menambahkan komentar Anda sendiri untuk photo wedding Anda. Posisi, font, warna dan bayangan teks yang langsung ditampilkan dengan foto. Ini juga mendukung Seni-klip untuk setiap slide photo yang menambahkan efek khusus yang menakjubkan untuk slideshow wedding Anda.

Apa yang Baru di rilis ini:
1. Perbaikan bug tentang driver DVD-RW tidak dapat diakui pada saat Nero 6 terinstal dan pilihan mesin pembakaran internal tidak dipilih.
2. Perbaikan bug tentang output audio normal untuk mpeg1/mpeg2 output video.
3. Perbaikan bug tentang DVD Folder tidak dapat dibuat untuk pilihan kualitas yang sangat baik sebagai pilihan DVD burning.
4. Perbaikan bug tentang error untuk menampilkan lagu audio Timeline.

Ingin mencoba yang versi trial, Silahkan kunjungi SITUS INI

Baca Lagi Biar Mantap!

Friday, November 19, 2010

BAGAIMANA MEMULAI STUDIO FOTO RUMAHAN

Bikin Studio Foto RumahanIlmu grafis belajar desain tutorial bagaimana cara memulai bisnis dan usaha studio foto rumahan atau photo studio kecil-kecilan dengan budget minimal? Ini cukup mudah dan murah. Anda dapat memulai dengan dasar-dasar wajib, dan membangunnya secara bertahap dimulai dari sesuatu yang kecil kemudian secara pasti Anda akan memiliki alat baru sesuai dengan anggaran yang Anda punya dikemudian hari. Baca terus untuk mengetahui lebih lanjut.

Sebuah studio foto rumahan dapat menjadi serumit studio foto komersial atau sesederhana seperti selembar kain putih ditempel di dinding dan diterangi cahaya lampu yang bertebaran. Tergantung pada kebutuhan Anda, studio fotografi membuka peluang baru bagi fotografer untuk mencari kemungkinan yang lebih kreatif. Sebelumnya saya membuat artikel cara singkat membuat studio foto mini di rumah yang isinya lebih ringkas karena tujuannya yang sederhana.

Nyaman dan sesegera mungkin bisa terlaksana, studio fotografi digital sangat mudah untuk berlatih. Tidak seperti fotografi film, tidak perlu menggunakan light meter genggam. Dengan setup pencahayaan yang sederhana, Anda dapat menempatkan kamera point-and-shoot digital Anda untuk penggunaan profesional, membuat studio potret instan.

1. Sebelum Anda mulai
Ketika berbicara mengenai studio fotografi, kamera SLR digital atau kamera point-and-shoot dengan jumlah megapiksel besar akan bekerja dengan baik. Berinvestasilah dengan membeli kartu memori yang lebih besar untuk studio foto rumahan Anda sekarang untuk menampung hasil bidikan kamera foto dengan resolusi tingkat tinggi.

Memulai Studio Foto Rumahan
Kamera Anda juga harus memiliki layar tampilan yang memungkinkan Anda untuk memiliki perspektif yang lebih baik pada komposisi gambar Anda. Sebagian besar kamera digital saat ini memilikinya. Namun, jika model Anda tidak memiliki monitor, alternatif untuk memeriksa apakah ia mempunyai fitur video-out yang akan memungkinkan Anda untuk menghubungkan kamera ke layar monitor sehingga Anda dapat melihat hasilnya secara langsung. Memiliki tampilan layar juga memiliki keuntungan tambahan untuk membuat subjek Anda kurang gugup karena Anda dapat mempertahankan kontak mata dengan dia saat Anda membuat pemotretan.

2. Apa sebenarnya yang Anda butuhkan?
Space alias ruangan. Tidak banyak. Anda bisa menggunakan sudut ruang tamu Anda, atau jika Anda mau dan bisa, Anda dapat mengkonversi salah satu kamar Anda menjadi sebuah studio. Dinding studio rumah Anda sebaiknya di cat menjadi warna putih sehingga memungkinkan cahaya untuk terpental lebih mudah. Pada saat yang sama, ini akan memberikan latar belakang yang lebih baik untuk gambar Anda.

Bikin Studio Foto Rumahan
Dinding putih bertindak seperti reflektor ketika Anda membutuhkan mereka, dan jika Anda tidak, mereka netral dan tidak akan membuat warna menjadi berhamburan. Tergantung pada anggaran Anda, studio rumah Anda dapat secanggih seperti yang dilakukan oleh sebuah studio profesional dengan lampunya yang mengesankan atau hanya setup sederhana dengan lembaran ditempel ke dinding dan sebuah lampu sorot.

3. Alat yang dipakai
Tripod. Seperti kita semua tahu, tripod adalah benda yang harus dimiliki ketika bicara mengenai studio fotografi. Ada beberapa jenis tripod, biasanya tinggi dan mobilitasnya bervariasi. Anda mungkin telah memperhatikan bahwa para profesional cenderung menggunakan tripod beroda, yang tidak diperlukan ketika datang ke sebuah studio rumah. Anda hanya perlu tripod stand sederhana sebagai dukungan.
Cahaya. Ada dua pilihan untuk melakukan hal ini. Anda juga dapat menggunakan cahaya yang tersedia atau cahaya buatan. Cahaya yang tersedia dapat diperoleh jika Anda memiliki jendela di studio rumah Anda dengan cara membiarkannya tetap terbuka dan memungkinkan cahaya untuk jatuh ke dalam ruangan. Atau, Anda dapat menggunakan cahaya buatan yang persis apa yang paling diandalkan fotografer. Ini biasanya lampu penerangan umum atau lampu panas. Lampunya yang berkedip sinkron dengan kamera rana Anda dan kemudian berhenti. Lampu panas dapat Anda pakai di sepanjang waktu saat Anda membidik tanpa dimatikan dan lebih mudah untuk pemula kuasai karena apa yang Anda lihat adalah apa yang Anda dapatkan.

Memulai Studio Foto Rumahan
Payung. Ini bukan varian payung hujan Anda, tetapi apa yang Anda gunakan untuk meredupkan pencahayaan. Softbox A akan bekerja dengan baik. Anda dapat menggunakan karakter apapun dari kertas seamless putih menjadi muslin, untuk kanvas lukis untuk latar belakang / back drop. Jika Anda merasa kreatif dan ingin menyimpan uang, cat latar belakang Anda sendiri dengan cat akrilik dan gunakan kanvas polos, Anda bisa membeli di toko peralatan seni.
Reflektor. Sekarang kita memiliki cahaya, apa lagi yang kita butuhkan? Berikutnya dalam daftar adalah reflektor untuk menghilangkan bayangan jelek. Anda tidak perlu membeli jenis reflektor yang seorang fotografer profesional gunakan, karena hal ini sangat mungkin mahal. Yang Anda perlukan adalah permukaan dasarn putih, seperti karton putih atau papan gambar, untuk menghilangkan bayangan / shadow yang membuat jelek foto selama proses pemotretan.

Memulai Studio Foto Rumahan
Alat peraga. Bagi Anda yang tertarik foto potret, Anda mungkin perlu untuk mempertimbangkan property. Mereka tidak perlu rumit, tetapi sederhana seperti warna pakaian yang berbeda, meja, vas bunga, patung-patung atau kursi. Untuk menjad Anda mungkin perlu memilih yang atasnya kaca yang elegan dan juga dapat memungkinkan Anda untuk membuat efek pencahayaan khusus.
Software. Studio foto biasanya tidak harus berurusan dengan proses editing saat bidikan pemotretan selesai. Hal ini biasanya akan ditangani bagian laboratorium foto (orang lain, bagian tersendiri). Seperti menggunakan perangkat lunak di ujung studio. Pertama dan terutama Photoshop untuk retouch dan warna yang benar, juga Adobe Lightroom atau Aperture Apel sebagai aset besar untuk membantu dengan koreksi warna Anda dan retouching. Jika photoshop terlalu mahal mungkin Anda perlu membaca artikel berikut.
Kenapa harus dipisah, ada bagian sendiri-sendiri? karena memungkinkan Anda untuk menguasai lebih dalam atas apa yang menjadi tugas Anda. Biasanya photografer bekerja minimal dua atau tiga orang untuk mengelola sebuah proyek pemotretan, yang memungkinkan mencapai hasil paling maksimal. Ada fotografer, dan ada editor. Semoga Anda menikmati artikel ini

Related posts: KLIK DISINI AHLI DESAIN FOTO

1. Membuat Studio Fotografi, Lighting dan Lainnya di Rumah
2. Membedakan foto asli dan rekayasa
3. Cara mendapatkan banyak image dari satu foto
4. Download Software Bikin Bingkai dan Frame Foto
5. Tutorial Memulai Photoshop
6. Tutorial Photoshop Membuat Foto Van Persie Warna Warni
7. Cara Memotong Foto di CorelDraw
8. Tutorial desain 13 Tempat Edit Foto Online
9. Tips Beli Laptop dan Beli Komputer
10. Software untuk desainer grafis

Ikuti juga artikel mengenai videography di www.ilmuvideo.blogspot.com
Baca Lagi Biar Mantap!